Komunikasi Produktif dengan Pasangan
Hari ketiga dari tantangan 10 hari game level 1 ini jatuh pada hari Sabtu. Bagi kami, weekend adalah family time. Dan aktivitas favorit keluarga kami adalah aktivitas outdoor, seperti hiking, trekking, cycling, atau sekedar jalan-jalan ke taman kota.
Alhamdulillah... hari ini seharian cerah. Pas banget ada ajakan dari salah satu WNI yang kebetulan aktif di berbagai kegiatan imigran di kota Graz untuk tur ke Schloss Sankt Martin, sebuah kastil bersejarah yang merupakan pusat pendidikan pertama di provinsi Styria. Untuk menuju ke sana, kami harus berjalan sekitar 1,4 km dari halte bus.
"Yeayyy!! Kita mau trekking!"
Anak-anak sudah sangat semangat sejak pagi. Maklum lah ini trekking pertama kami di tahun ini. Dan juga mereka semangat karena akan bertemu teman-temannya, anak-anak dari WNI lain yang juga ikut dalam kegiatan tur ini.
Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Anak-anak sangat kooperatif. Mereka senang dan puas bermain. Saya dan suami tidak banyak berdiskusi hari ini, hanya ngobrol ringan sebentar-sebentar dan sisanya saya lebih banyak ngobrol dengan teman-teman WNI lainnya. Sedangkan suami lebih banyak bermain dengan anak-anak.
Intinya, di hari ketiga ini saya mau banya bersyukur dan mengapresiasi diri sendiri dan suami. Walaupun 2 hari sebelumnya kami masih berlatih (lagi) 1-2 poin dalam tabel KomProd, tapi hari ini saya ingin memberi hadiah untuk diri sendiri. Hehehe...
Karena hari ini hati saya berbunga-bunga, maka tabel KomProd pun saya taburi bunga-bunga cantik (boleh kok kalau ada yang mau protes). Tapi memang seharian ini kami berhasil memenuhi semua poin. Entah karena suasana yang sangat mendukung, atau memang kami sama-sama sedang dalam kondisi emosional yang stabil. Yang ada di hari ini adalah keceriaan. Alhamdulillah...
Dan betul kata orang, kalau suasana hati ortu baik, tenang, bahagia, maka efeknya ke anak-anak kita juga akan sama. Karena kebahagiaan itu menular. Begitu pun dengan pasangan. Apa yang kita rasakan, akan sampai pada pasangan kita.
Komunikasi yang sehat dengan pasangan akan menghasilkan hubungan yang kuat. Tentunya bukan berarti sama sekali tidak ada ujian dalam hubungan yang baik. Namun dengan komunikasi yang terjalin baik dan sehat, setiap ujian dalam hubungan akan bisa dihadapi dan dilewati bersama.
Jika kita sudah bisa saling terbuka, percaya, dan memahami pasangan kita, maka terkadang komunikasi verbal jadi tidak harus ada. Tanpa harus menjelaskan panjang lebar, kita sudah bisa memahami apa yang dibutuhka pasangan kita. Seperti halnya suami saya yang hampir selalu tau jika ada sesuatu yang tidak pas di hati saya. Tanpa saya utarakan pun beliau sudah bisa membaca isi hati saya. #cieee
#hari3 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbundasayang #institutibuprofesional






No comments:
Post a Comment