Komunikasi Produktif dengan Pasangan
#hari2 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbundasayang #institutibuprofesional
Alhamdulillah seharian berhasil menahan diri untuk gak "curi start" ngasih bahan diskusi ke suami. Padahal sesungguhnya mulut ini sudah gatal ingin mengeluarkan 20.000 kata yang dari pagi mengantri dengan tertib di depan pintu exit. Ya habis gimana dong, walaupun ada di rumah, tapi namanya lagi home office tetep aja judulnya kerja. Gak bisa diganggu 😒
Berkaca dari hasil pembelajaran di tantangan hari pertama kemarin, bahwa tercapainya komunikasi produktif adalah di waktu (bicara) yang paling tepat. Dan waktu yang paling tepat buat kami adalah malam hari, dimana kami berdua sudah selesai dengan pekerjaan, tugas, dan amanah masing-masing. Agar saat kami berbicara berdua, bisa sama-sama fokus tanpa ter-distract oleh hal lain yang belum terselesaikan yang membuat pikiran dan hati masih tertinggal entah di mana. Jadi, sabar... Jangan sampai kata-kata yang sudah berbaris rapi itu keluar tak beraturan.
Sebagai pelampiasan, saya keluarkan sebagian kata-kata itu lewat diskusi dan obrolan ringan di beberapa wag. Tak lupa colak-colek beberapa teman buat sekedar say hi! yang berujung curcol (maaf ya, teman-teman). Ya... Lumayan...walaupun kata-kata itu tidak keluar lewat pintu yang biasa, tapi cukup manjur mengurangi rasa "gatal". Hihi...
Seperti malam kemarin, kami sengaja menunda makan malam. Demi bisa makan berduaan #ihiiyyy. Setelah ritual cipika-cipiki dilanjut baca do'a mau tidur sama anak 3, saya lanjut ke dapur menyiapkan makan malam.
Merasa sudah "aman", mulai deh keluar kata per kata yang seharian ditahan-tahan. Sambil bolak-balik menyiapkan makanan, diselingi beberes sedikit, gak sadar mulut dari tadi bersuara. Sampai akhirnya ngeh bahwa partner ngobrol saya tidak merespon.
O ow... something wrong!
Akhirnya saya berhenti sejenak, lalu menghampiri suami yang sedang duduk di kursi makan. Benar saja, ada yang salah!
Sesungguhnya, saya tahu apa yang salah. Tapi memang saat itu lupa. Huhuhu... Kami sudah sering membahas ini, bahwa kalau sedang bicara, terutama bicara sesuatu yang serius, harus benar-benar berada bersama lawan bicara kita.
Be with your partner! Berada bersama lawan bicara bukan hanya secara fisik, tapi pikiran pun seutuhnya di sana. Tidak hanya berlaku bagi pendengar, tapi juga bagi pembicara. Gimana mau didengarkan kalau kita bicaranya setengah-setengah?
Padahal jika berada di posisi sebaliknya, saya pun bakal merasa kesal.
"Mau ngobrol atau mau apa, sih?" Begitu kira-kira gerutu saya pada suami.
Sambil malu-malu, akhirnya saya dekati suami yang ternyata sudah duduk manis, menunggu istrinya ini "sadar" (tepok jidat).
"Sini ... duduk aja dulu kalau memang mau ngobrol," ajak suami.
"Hehe ... maaf tadi lupa. Takutnya ayah udah laper jadi cepet-cepet siapin makan." Ini adalah teknik ngeles ala saya.
"Iya ... tapi kalau memang ada yang mau diobrolin, ya udah kita duduk dulu aja sebentar. Kayaknya penting banget. Tadi kedengeran semangat banget ceritanya. Tapi gak nangkep maksudnya apa soalnya bunda sambil bolak-balik terus."
"Ohh ... iya mau cerita kalau tadi ada pengumuman dari penerbit, Insya Allah buku Ceria Ramadhan sebentar lagi launching. Tapi mau ada pemilihan cover dulu...," cerita saya semangat. Makin semangat karena kali ini memang ngobrolnya benar-benar berhadapan dan sambil bertatapan. This is it! Intensity of eye contact!
Poin penting yang teringatkan kembali hari ini yaitu tentang adab berbicara (dan mendengarkan). Kita harus bisa "bersama" dengan lawan bicara kita, tatap matanya, dan fokus pada yang disampaikan. Apalagi dengan pasangan. Selain meningkatkan kualitas komunikasi, saling menatap saat berbicara juga meningkatkan keintiman dengan pasangan, membuat hubungan semakin harmonis karena tumbuh rasa saling menghormati dan menghargai.
Yeayyy! One more point for us today!
Alhamdulillah...
Yeayyy! One more point for us today!
Alhamdulillah...
#hari2 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbundasayang #institutibuprofesional



No comments:
Post a Comment